Bumiharjo, 28 Juni 2025 – Suasana Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum hari itu berbeda dari biasanya. Sejak pagi, halaman pondok dipenuhi wajah-wajah penuh rindu; para alumni dari berbagai angkatan berdatangan dengan senyum sumringah, saling menyapa, dan berpelukan hangat. Mereka datang dari berbagai penjuru negeri—bahkan ada yang menempuh perjalanan jauh dari luar daerah demi hadir dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ikatan Santri dan Alumni Riyadlatul Ulum (IKSARU) ke-II.
Acara ini bukan sekadar temu kangen, melainkan momentum bersejarah yang mempertemukan lintas generasi santri—mulai dari alumni senior yang mengenang masa-masa awal pondok, hingga alumni muda yang baru saja menamatkan pendidikan dan memulai kiprah di masyarakat.
Rangkaian Kegiatan Silatnas
Silatnas Ke-II IKSARU diisi dengan beragam kegiatan, di antaranya:
-
Doa Bersama untuk guru-guru, pendiri, dan alumni yang telah wafat.
- Pembacaan Puisi Sejarah PPRU yang menghidupkan kembali kenangan masa lalu pondok.
-
Tausiyah Inspiratif dari alumni sukses di bidang Advokat, pendidikan, usaha dan lain-lainnya.
-
Sharing Session untuk berbagi pengalaman, peluang, dan tantangan dalam mengabdi di masyarakat.
-
Rapat Program Kerja IKSARU, membahas rencana kontribusi alumni untuk pengembangan pondok dan pemberdayaan masyarakat.
-
Penyerahan Infaq Alumni sebagai bentuk kepedulian nyata untuk keberlangsungan pendidikan di pondok.
-
Sesi Foto dan Dokumentasi sebagai kenang-kenangan lintas generasi.
Tidak hanya itu, suasana kekeluargaan semakin terasa saat para alumni menikmati hidangan khas pondok sambil bercengkerama, mengenang kisah lucu, perjuangan belajar, dan kebersamaan di asrama.
Sejarah dan Tujuan IKSARU
IKSARU dibentuk sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, dan kolaborasi antara santri dan alumni Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum. Sejak berdiri, IKSARU konsisten menjadi jembatan yang menghubungkan para alumni dengan pondok, memfasilitasi kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah, serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi santri berikutnya.
Melalui Silatnas ini, IKSARU ingin memperkuat rasa memiliki terhadap pondok, menumbuhkan semangat gotong royong, dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk kontribusi nyata alumni di tengah masyarakat.
Pembukaan yang Penuh Kehangatan
Rangkaian Silatnas Ke-II dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, diikuti dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas karunia pertemuan ini. Suasana khidmat terasa ketika lantunan doa mengalun, mengingatkan seluruh hadirin bahwa pertemuan ini adalah anugerah dari Allah SWT.
Pembacaan Puisi Sejarah PPRU
Salah satu momen yang membangkitkan nostalgia adalah pembacaan puisi sejarah Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum. Dibawakan oleh salah satu alumni, puisi ini merangkai perjalanan panjang pondok sejak masa perintisan, perjuangan para pendiri, hingga perkembangan pesat yang diraih hari ini.
Dengan bahasa yang indah dan penuh makna, bait-bait puisi membangkitkan kenangan masa mondok—dari lantunan kitab kuning di serambi masjid, suara kentongan subuh, hingga tawa canda di asrama.
Seisi aula larut dalam suasana haru, banyak mata yang berkaca-kaca mengingat betapa besarnya jasa para guru dan pengasuh dalam membentuk karakter santri.
Sambutan Ketua IKSARU
Setelah itu, Ketua IKSARU, Sholihin, M.Pd., menyampaikan sambutannya yang penuh semangat dan makna.
“IKSARU adalah rumah besar kita. Di sini kita saling bertemu, saling menguatkan, dan saling menginspirasi. Setiap alumni adalah duta pesantren di tempatnya masing-masing. Kita harus menjaga nama baik pondok, berkhidmat pada umat, dan terus berperan aktif dalam dakwah dan pembangunan bangsa. Mari kita jadikan Silatnas ini bukan sekadar temu kangen, tetapi awal dari langkah-langkah nyata yang memberi manfaat seluas-luasnya,” ungkap beliau.
Pesan Hangat dari Pengasuh
Acara berlanjut dengan tausiyah dari Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum, KH. Mualim. Dengan penuh kelembutan, beliau mengajak para alumni untuk tidak pernah melupakan akar dan nilai-nilai yang telah dibentuk selama mondok.
“Kalian semua adalah bagian dari sejarah pondok ini. Keberhasilan kalian di luar sana adalah kebanggaan kami di sini. Bawa selalu nilai-nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan akhlakul karimah yang kalian dapatkan di pondok. Jangan lupa pulang, bukan hanya secara fisik, tapi juga pulang dalam doa, perhatian, dan dukungan untuk pondok tercinta,” pesan beliau disambut haru oleh hadirin.
Infaq IKSARU untuk Pondok Pesantren
Salah satu momen penting dalam Silatnas kali ini adalah penyerahan infaq IKSARU kepada Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum. Dana yang terkumpul berasal dari sumbangan sukarela para alumni yang hadir maupun yang tidak dapat hadir secara langsung. Infaq ini diharapkan menjadi dukungan nyata untuk pengembangan fasilitas pondok, pemberdayaan santri, serta mendukung program pendidikan dan dakwah.
“Infaq ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi wujud cinta kita kepada pondok. Semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, sebagaimana ilmu dan kebaikan yang telah kita terima di sini,” ujar Bendahara IKSARU (Shiddiq Kurniawan, M.Pd.) saat menyerahkan bantuan.
Makna Tema: Satu Pesantren, Seribu Kiprah
Tema yang diusung tahun ini, “Satu Pesantren, Seribu Kiprah, Berkhidmat Sepanjang Hayat”, mencerminkan keyakinan bahwa setiap alumni adalah ujung tombak dakwah dan pendidikan yang berakar dari pesantren. Meski kiprah mereka berbeda-beda—ada yang menjadi guru, pengusaha, pejabat, dai, maupun aktivis sosial—semuanya bermuara pada niat yang sama: mengabdi kepada Allah dan memberi manfaat kepada sesama.
Silatnas ini menjadi bukti bahwa ikatan santri dan alumni Riyadlatul Ulum bukan sekadar hubungan masa lalu, melainkan jalinan hati yang terus hidup, memberi warna, dan membawa cahaya di manapun mereka berada.
Di penghujung acara, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk terus mendukung keberlangsungan pendidikan di Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum, memperkuat jaringan alumni, dan berkontribusi dalam pembangunan umat.
Semoga Silatnas Ke-II IKSARU ini menjadi langkah baru yang lebih besar dalam mewujudkan cita-cita luhur: membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan siap berkhidmat sepanjang hayat.
Dokumentasi SILATNAS IKSARU Ke-II PPRU