YAYASAN PENDIDIKAN
PONDOK PESANTREN RIYADLATUL 'ULUM



Jl. Pesantren, Desa Bumiharjo 39B, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Kode Pos: 34181

Sejarah Pondok Pesantren Riyadlatul 'Ulum

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang diselenggarakan dengan sistem asrama, di mana seorang kiai menjadi figur utama dan masjid menjadi pusat aktivitas. Secara umum, pesantren memiliki pola yang serupa, terutama dalam aspek fisik, yaitu terdiri atas empat komponen utama: kiai, santri, masjid, dan asrama.

Pondok Pesantren Riyadlatul ‘Ulum adalah salah satu pesantren yang berada di Lampung Timur, tepatnya di Desa Bumiharjo 39 B, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur. Pesantren ini didirikan oleh KH. A. Nuruddin An-Nawawi SY, dengan dukungan beberapa tokoh masyarakat setempat. Latar belakang pendirian pesantren ini adalah kebutuhan akan sarana pendidikan Islam di desa tersebut, mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam, namun fasilitas pendidikan agama saat itu masih terbatas.

Pada hari Rabu, 1 Januari 1978, Pondok Pesantren Riyadlatul ‘Ulum resmi berdiri meskipun dengan fasilitas yang sederhana. Pesantren ini memiliki visi untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul dalam mencetak santri yang berilmu, beramal, dan berakhlak karimah. Sejak awal berdirinya hingga kini, pesantren ini terus berkembang dan menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam ternama di wilayah tersebut.

Kegiatan sehari-hari santri di Pondok Pesantren Riyadlatul ‘Ulum sangat terstruktur dan padat. Aktivitas dimulai dari shalat berjemaah, mengaji kitab kuning, hingga mengikuti pelajaran di sekolah formal. Selain itu, terdapat kegiatan khusus seperti roan (kerja bakti) yang bertujuan melatih kebersamaan dan tanggung jawab. Pesantren ini juga memiliki berbagai organisasi yang bertujuan mengembangkan potensi dan bakat santri, antara lain:

  • Pramuka Santri
  • Al-Mukasyafah (Jurnalis Santri)
  • RU EC (Riyadlatul ‘Ulum English Club)
  • FITHARU (Firqoh Thulabah Hubbil ‘Arobiyah)
  • SAKARU (Sanggar Kaligrafi Al-Qur’an Riyadlatul ‘Ulum)
  • INSANI (Ikatan Santri Pecinta Seni)
  • PASPOR (Pasukan Pecinta Olahraga)

Melalui kegiatan organisasi ini, santri dapat mengembangkan keterampilan sosial, melatih kepemimpinan, mengasah keterampilan khusus, meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab, memperluas jaringan pertemanan, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia nyata.

Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Riyadlatul ‘Ulum menggabungkan pendidikan formal dan nonformal. Pada pagi hari, santri mengikuti pelajaran di sekolah formal, sementara pada sore dan malam hari mereka mengikuti pengajian kitab kuning. Metode pengajaran yang digunakan meliputi metode tradisional seperti sorogan dan bandongan, yang telah terbukti efektif dalam menyampaikan ilmu.

Untuk menunjang proses belajar, pesantren ini menyediakan berbagai fasilitas, antara lain asrama yang nyaman, masjid untuk kegiatan ibadah, ruang belajar, aula untuk kegiatan rutin, serta lapangan olahraga. Semua fasilitas ini dikelola dengan baik demi mendukung aktivitas santri.

Dengan komitmen dan usaha yang terus dilakukan, Pondok Pesantren Riyadlatul ‘Ulum bertekad untuk menjadi lembaga pendidikan yang mencetak generasi muda berakhlak karimah, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Bagikan: