Batanghari. Pondok Pesantren Riyadlatul ‘Ulum kembali mengirimkan delegasi terbaiknya untuk mengikuti ajang Musabaqah Kutubut Turats Bainal Ma’ahid (MUKTAMAD) I Tingkat Provinsi Lampung yang akan digelar pada 23 hingga 25 Januari 2026 di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in, Jati Agung, Lampung Selatan.
Dua santri yang dipercaya menjadi perwakilan tersebut adalah Ahmad Khumaini Aji, yang akan berlaga pada cabang Muhafadzoh Hifdzil Nadzmi Kitab Al Imrithi, serta Syifa Aulia Azizah pada cabang Musabaqah Qiraatul Kutub Tingkat Wustho. Keduanya merupakan santri aktif kelas Alfiyah Ula dengan wali kelas Gus Jamzuri Ahmad & KH. Aminuddin Yahya di Pondok Pesantren Riyadlatul ‘Ulum dan telah melalui proses pembinaan serta seleksi di ajang Musabaqoh Bainal Ma’ahidil Islamiyah (MABAHIS KE-IV) Se-Lampung Timur sebelum ditetapkan sebagai delegasi resmi.
Keikutsertaan santri dalam ajang ini tidak hanya membawa misi prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam menjaga dan menguatkan tradisi keilmuan Islam berbasis kitab kuning, sebagai warisan intelektual ulama Ahlussunnah wal Jamaah. MUKTAMAD sendiri dikenal sebagai ajang musabaqah yang menekankan ketepatan bacaan, pemahaman teks, serta kedalaman penguasaan literatur klasik Islam.
Secara kelembagaan, para peserta dilepas secara resmi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lampung Timur, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan pesantren dan pengembangan sumber daya santri di bidang keilmuan keislaman.
Kegiatan MUKTAMAD I Provinsi Lampung diselenggarakan oleh RMI PWNU Lampung, dengan Gus Nasihudin Mustofa selaku Ketua Pelaksana. Ajang ini dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi dan konsolidasi pesantren dalam merawat sanad keilmuan dan memperkuat identitas pesantren di tengah tantangan zaman.
Pimpinan Pondok Pesantren Riyadlatul ‘Ulum menyampaikan harapan agar para santri dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan, adab, dan tanggung jawab. Prestasi berupa juara, sertifikat, maupun apresiasi khusus diharapkan dapat diraih, namun yang lebih utama adalah terjaganya nilai keilmuan, kedisiplinan, dan akhlak sebagai cerminan santri pesantren.
Keikutsertaan ini sekaligus menegaskan komitmen Pondok Pesantren Riyadlatul ‘Ulum dalam menyiapkan generasi santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berakar kuat pada tradisi keilmuan Islam.

